Bimas Kristen Gelar Konsultasi Pimpinan SMTK/SMAK Tentang USBN dan UN
By Admin
nusakini.com--Direktorat Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama melalui Subdit Pendidikan Agama Kristen Dirjen Bimas Kristen menggelar Kegiatan Konsultasi pimpinan SMTK/SMAK Se Indonesia terkait Sosialisasi Ujian Nasional Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) tahun 2017 di Makassar pada tanggal 8 - 10 Maret 2017.
USBN dan UN sendiri akan diselenggarakan serempak di seluruh Indonesia, sehingga persiapan yang berkenaan dengan momentum tersebut harus segera dirampungkan tidak terkecuali Institusi Pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama khususnya Direktorat Jenderal Bimas Kristen.
Sekretaris Ditjen Bimas Kristen Pontus Sitorus dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan yang dihadiri oleh 133 pimpinan sekolah menengah Kristen di seluruh Indonesia ini bertujuan untuk menyatukan persepsi dan pemahaman para pimpinan Sekolah menengah Teologi Kristen dan Sekolah Menengah Agama Kristen terkait persiapan pelaksanaan USBN dan UN yang tentunya outputnya diharapkan mulai dari persiapan, pelaksanaan serta hasilnya bisa lebih berkualitas.
"Khususnya mengenai penyatuan persepsi terkait penyusunan kisi kisi soal Ujian yang akan dipersembahkan kepada anak didik peserta UN, sehingga kualitas pembelajaran yang selama ini dilaksanakan di masing-masing lembaga pendidikannya bisa terukur," ujar Pontus.
Kakanwil Kemenag Sulsel Wahid Thahir yang juga hadir dalam kegiatan ini memberikan apresiasi kepada Ditjen Bimas Kristen yang telah mempercayakan Provinsi Sulsel khususnya Kota Makassar sebagai tempat kegiatan sosialisasi ini. Kakanwil Berharap di Kota Anging Mamiri ini akan lahir sebuah ide dan gagasan besar dan positif bagi kemajuan pendidikan di lingkup Kemenag khususnya Dirjen Bimas Kristen.
"Sektor pendidikan ini merupakan investasi tertinggi dan terbaik bagi perkembangan Peradaban suatu Bangsa, olehnya itu Kementerian Agama menekankan program utamanya pada sektor pendidikan khususnya pendidikan keagamaan karena diyakini bahwa jalur pendidikan inilah yang akan melahirkan generasi yang bisa survive serta cerdas baik secara Intelektual, emosional serta spiritual," harap Kakanwil.(p/ab)